Friday, December 24, 2021

Biologi - Wikipedia Bahasa Indonesia, Ensiklopedia Bebas

Biologi atau ilmu hayat adalah kajian tentang kehidupan, & organisme hidup, termasuk struktur, fungsi, pertumbuhan, evolusi, persebaran, & taksonominya.[1] Ilmu biologi terbaru membahas pengetahuan yang sangat luas, eklektik, serta terdiri dari berbagai macam cabang dan subdisiplin. Secara umum, seluruh cabang keilmuan hayati disatukan sang konsep dasar yg mengatur seluruh penelitian hayati, yaitu konsep tentang sel, gen, dan evolusi. Sel diakui sebagai satuan dasar kehidupan, gen diakui menjadi satuan dasar pewarisan, & evolusi diasumsikan menjadi mekanisme yg mendorong terciptanya spesies baru. Selain itu, kelangsungan hayati berdasarkan makhluk hayati diyakini terjadi lantaran adanya perilaku konsumsi, perubahan tenaga serta dengan regulasi yang menjaga kestabiilan dan vitaltas keadaan pada tubuh.[dua]

Subdisiplin hayati didefinisikan dari skala organisme yg dipelajari, jenis organisme yang dipelajari, dan metode yang dipakai buat mempelajarinya antara lain:[3]Biokimia mempelajari kimia kehidupan.Biologi molekuler terkait dengan hubungan antar molekul biologis.Botani menyelidiki biologi tanaman Biologi seluler meneliti satuan dasar semua kehidupan, yaitu sel.Fisiologi mempelajari fungsi fisik, dan kimia jaringan organ, & sistem organ suatu organisme.Biologi evolusioner meneliti proses yg menghasilkan keanekaragaman biologi; dan ekologi mengusut hubungan antara organisme menggunakan lingkungannya.

Seseorang yg ahli pada bidang biologi disebut pakar hayati, biologiwan, atau biologSejarah[sunting asal]

Istilah biologi dari berdasarkan istilah pada bahasa Yunani βίος, bios, yang berarti "kehidupan", dan akhiran -λογία, -logia, yg adalah "ilmu."[4][lima] Bentuk Latin dari kata tersebut (biologi) pertama kali dipakai oleh Linnaeus (Carl von Linné) dalam karyanya yg berjudul Bibliotheca botanica dalam tahun 1736. Kata tersebut dipakai lagi pada tahun 1766 sang Michael Christoph Hanov pada tulisannya yg berjudul Philosophiae naturalis sive physicae: tomus III, continens geologian, biologian, phytologian generalis. Terjemahan bahasa Jermannya, yaitu Biologie, pertama kali timbul pada terjemahan karya Linnaeus dalam tahun 1771. Pada tahun 1797, Theodor Georg August Roose menggunakan kata tadi dalam pendahulu bukunya yg bertajuk Grundzüge der Lehre van der Lebenskraft. Karl Friedrich Burdach dalam tahun 1800 memakai istilah ini pada arti yg lebih sempit, yaitu penelitian insan Biologi menurut sudut pandang morfologis, fisiologis, dan psikologis (Propädeutik zum Studien der gesammten Heilkunst). Istilah hayati dalam pengertian terkini baru muncul dalam kitabBiologie, oder Philosophie der lebenden Natur (1802–22) yg ditulis sang Gottfried Reinhold Treviranus. Di dalam buku tersebut tertulis:[6]“Objek penelitian kami adalah banyak sekali macam bentuk & perwujudan kehidupan, keadaan & aturan yg mengatur fenomena tersebut, serta penyebabnya. Ilmu yang terkait menggunakan objek tersebut kami sebut hayati [Biologie] atau doktrin kehidupan [Lebenslehre].”

Aristoteles, galat satu tokoh yang paling berjasa pada mengembangkan ilmu biologi.

Walaupun biologi terbaru adalah perkembangan yg relatif baru, ilmu yang terkait sudah dipelajari menurut masa lampau. Filsafat alam bisa ditemui pada peradaban Mesopotamia, Mesir, India, & Tiongkok. Namun, asal usul, & pendekatan hayati modern dari menurut masa Yunani Kuno.[7] Walaupun penelitian kedokteran bisa ditilik ke masa Hippocrates (ca. 460 SM – ca. 370 SM), Aristoteles (384 SM – 322 SM) merupakan tokoh yg paling berjasa dalam berbagi hayati. Salah satu karya terpentingnya adalah Historia Animalium, dan beberapa karya lain yg memberitahuakn cara pandang seorang peneliti alam, dan karya-karya empirisnya yang mencoba mengusut karena-akibat biologis, & keanekaragaman hayati. Penerus Aristoteles pada Lyceum, yaitu Theophrastus, menulis kitab-kitabmengenai botani yang berpengaruh hingga ke Abad Pertengahan.

Ilmuwan Islam abad pertengahan yang mengusut biologi meliputi al-Jahiz (781–869), Ad-Dinawari (828–896), yg menulis mengenai nabati,[8] & ar-Razi (865–925), yang menulis tentang anatomi, & fisiologi. Kedokteran dipelajari berdasarkan tradisi filsuf Yunani, sementara ilmu alam sangat dipengaruhi sang pemikiran Aristoteles, terutama tentang hierarki kehidupan.

Biologi mulai berkembang pesat sesudah Antony van Leeuwenhoek memperbaiki mikroskopnya. Berkatnya, spermatozoa, bakteri, infusoria, & banyak sekali macam kehidupan mikroskopik lain berhasil ditemukan. Penyelidikan yg dilakukan sang Jan Swammerdam membangkitkan ketertarikan Biologi terhadap bidang entomologi, & membantu menyebarkan teknik pembedahan, & pewarnaan (staining) mikroskopik.[9]

Kemajuan mikroskop pula sangat memengaruhi pemikiran mengenai hayati. Pada awal abad ke-19, sejumlah pakar biologi mulai menyadari pentingnya konsep sel. Kemudian, pada tahun 1838, Schleiden, dan Schwann mulai menganjurkan gagasan (yang sekarang diterima secara luas) bahwa (1) satuan dasar organisme adalah sel, & (dua) masing-masing sel mempunyai karakteristik kehidupan, walaupun mereka menentang gagasan bahwa (tiga) seluruh sel berasal menurut pembagian sel lain. Akan tetapi, berkat karya Robert Remak, & Rudolf Virchow, dalam tahun 1860-an sebagian besarahli biologi menerima ketiga hal tadi yang sekarang disebut teori sel.[10]

Sementara itu, taksonomi, & klasifikasi menjadi sentra perhatian sejarawan alam. Carl Linnaeus menerbitkan taksonomi dasar pada tahun 1735 (aneka macam macam variasi sudah digunakan sejak itu) & pada tahun 1750-an memperkenalkan nama ilmiah buat spesies.[11] Georges-Louis Leclerc, Comte de Buffon, menganggap spesies sebagai kategori protesis dan menyatakan bahwa kehidupan bisa berubah—bahkan mengusulkan kemungkinan adanya nenek moyang beserta. Walaupun menentang teori evolusi, Buffon adalah tokoh krusial dalam sejarah pemikiran evolusi; karyanya memengaruhi teori evolusi Lamarck, & Darwin.[12]

Pemikiran evolusioner bisa ditilik balikke karya Jean-Baptiste Lamarck.[13] Ia menyatakan bahwa evolusi adalah output menurut tekanan lingkungan terhadap sifat suatu fauna, yg berarti semakin acapkali suatu organ dipakai, semakin kompleks, & efisien organ itu, sehingga membuat hewan teradaptasi menggunakan lingkungan. Lamarck pula meyakini bahwa sifat yang didapat ini dapat diturunkan ke generasi berikutnya, yang akan terus berbagi, dan menyempurnakannya.[14] Namun, hipotesis ini kiniditolak, dan baru dalam akhir abad ke-19 Charles Darwin berhasil merumuskan teori evolusi berdasarkan seleksi alam menggunakan menggabungkan pendekatan biogeografis Humboldt, geologi Lyell, goresan pena Malthus tentang pertumbuhan populasi, & keahlian morfologis dan pengamatannya sendiri pada alam; penalaran, & bukti yg mirip jua membuat Alfred Russel Wallace mencapai konklusi yg sama.[15] Meskipun poly ditentang oleh agamawan, teori Darwin diterima sang komunitas ilmiah, dan segera menjadi aksioma dasar dalam ilmu hayati.

Pada tahun 1940-an, & athun baru 1950-an, penelitian berhasil menandakan bahwa asam deoksiribonukleat (ADN) adalah komponen kromosom yg mengandung satuan pewarisan yang kinidianggap gen. Pemusatan perhatian pada model organisme baru misalnya virus, & bakteri serta penemuan struktur untai ganda ADN pada tahun 1953 menandai jalannya peralihan ke masa genetika molekuler. Kode genetik berhasil dipecahkan oleh Har Gobind Khorana, Robert W. Holley, & Marshall Warren Nirenberg selesainya memahami bahwa ADN mengandung kodon. Akhirnya, Proyek Genom Manusia diluncurkan dalam tahun 1990 menggunakan tujuan buat memetakan semua genom manusia DNA. Proyek ini terselesaikan dalam tahun 2003,[16] dan adalah langkah pertama dalam menggabungkan pengetahuan hayati menggunakan definisi tubuh manusia, dan organisme lain secara fungsional, dan molekuler.Dasar hayati modern sunting sumber]Teori sel[sunting sumber]

Menurut teori sel, sel adalah satuan dasar kehidupan, dan seluruh kehidupan terdiri menurut satu atau lebih atau produk sel yg disekresikan (misalnya tempurung). Semua sel terbelah dari sel lain. Pada akhirnya, setiap sel pada tubuh organisme multiseluler asal berdasarkan satu sel pada dalam sel telur yang terfertilisasi. Sel pula dianggap menjadi satuan dasar dalam proses patologis,[17] dan fenomena genre energi terjadi pada sel menjadi bagian berdasarkan proses metabolisme. Selain itu, sel mengandung satuan pewarisan yg diwariskan dari satu sel ke sel lain selama proses pembelahan sel.Evolusi[sunting asal]

No comments:

Post a Comment

Biologi - Wikipedia Bahasa Indonesia, Ensiklopedia Bebas

Biologi atau ilmu hayat adalah kajian tentang kehidupan, & organisme hidup, termasuk struktur, fungsi, pertumbuhan, evolusi, persebaran,...